Kerja ilmiah atau disebut juga penelitian yang menggunakan metode
ilmiah berarti pula penyelidikan yang hati-hati dan kritis dalam mencari
fakta dan prinsip-prinsip; suatu penyelidikan yang amat cerdik untuk
menetapkan sesuatu dan memperoleh kebenaran.
Dalam kerja ilmiah atau penelitian ilmiah terdapat unsur-unsur penting
yang harus dilakukan oleh seorang peneliti, antara lain, merencanakan
penelitian, melaksanakan penelitian, mengomunikasikan hasil penelitian, dan
mampu bersikap ilmiah.
Merencanakan penelitian terdiri atas pekerjaan menetapkan bentuk
penyelidikan, merumuskan tujuan, mengidentifikasi dan merumuskan masalah,
studi kepustakaan, menyusun hipotesis, menetapkan variabel, dan pemilihan
instrumen (alat) untuk memperoleh data.
Dalam melaksanakan penelitian, harus diperhatikan beberapa faktor, yaitu
taraf perlakuan, pengendalian faktor lain, pengulangan, dan
pengukuran.
Hasil penelitian dapat dikomunikasikan dalam bentuk jurnal, buku, majalah,
atau seminar.
Setiap peneliti harus bersikap ilmiah, yaitu mampu membedakan fakta dan
opini, berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan dan mengajukan
argumentasi, mengembangkan keingintahuan; kepedulian terhadap lingkungan,
berpendapat secara ilmiah dan kritis; berani mengusulkan perbaikan atas
suatu kondisi dan bertanggung jawab terhadap usulannya, bekerja sama, serta
jujur terhadap fakta dan tekun.
Mikroskop adalah alat optik yang terdiri dari susunan beberapa lensa
pembesar yang digunakan untuk melihat benda, jasad renik, atau
mikro-organisme atau bagian tubuh makhluk hidup yang berukuran sangat kecil
yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.
Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup
berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki oleh tiap-tiap makhluk hidup.
Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk memudahkan
dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beragam dan sangat banyak
jumlahnya. Caranya adalah dengan penyederhanaan objek studi sehingga lebih
mudah dalam mengetahui hubungan kekerabatan di antara makhluk hidup di
dunia ini.
Carolus Linnaeus mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua
kingdom, yaitu kingdom tumbuhan dan kingdom hewan. Tingkatan klasifikasi
dari kelompok besar sampai kelompok kecil adalah kingdom atau dunia, filum
atau divisio, kelas, ordo, suku, marga, dan spesies.
Semakin banyak perbedaan ciri makhluk hidup, semakin jauh hubungan
kekerabatannya dan semakin banyak persamaan ciri makhluk hidup, semakin
dekat hubungan kekerabatannya.
Kunci determinasi adalah daftar yang memuat sejumlah keterangan
dari suatu makhluk hidup yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan
menentukan kelompok makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang
dimilikinya.
Kunci dikotomi merupakan kunci determinasi sederhana yang sering
digunakan dalam klasifikasi makhluk hidup. Dalam kunci dikotomi
tersebut terdapat daftar yang tersusun secara berpasangan yang menunjukkan
ciri yang berlawanan.
Pemberian nama makhluk hidup diatur dengan tata aturan tertentu
yang berlaku secara internasional. Pemberian nama ini diatur dengan Kode
Internasional Tata Nama Hewan dan Tumbuhan dengan menggunakan sistem tata
nama dua kata (binomial nomenklatur).
Dalam tubuh virus terkandung salah satu asam nukleat, DNA atau RNA
saja.
Hanya diperlukan asam nukleat dalam proses reproduksinya.
Virus tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri di luar sel-sel
hidup sehingga dikatakan bahwa virus bukanlah makhluk hidup yang
mandiri, melainkan makhluk hidup yang memanfaatkan sel-sel hidup untuk
memperbanyak diri.
Multiplikasi terjadi pada sel-sel hospes.
Dapat dikristalkan (sebagai benda tak hidup) dan dapat dicairkan
kembali.
Virus dapat berbentuk seperti batang, oval, bulat, dan huruf
T.
Ukuran virus sangat kecil sekitar 20 – 300 milimikron.
Virus berbeda dengan sel karena tidak memiliki membran sel, sitoplasma,
organel sel, dan sistem metabolisme tubuh.
Cara hidup virus adalah sebagai parasit di dalam sel inang dengan
cara menginfeksi sel tumbuhan, hewan, manusia, dan bakteri.
Virus tumbuh-tumbuhan, antara lain, virus kentang dan virus mosaik
tembakau.
Virus bakteri, antara lain, bakteriofag.
Virus patogen untuk hewan, antara lain, virus rabies, virus sampar
ayam, dan virus penyakit kuku ternak.
Virus yang menyerang manusia, antara lain, virus cacar air,
influenza, mata belek, ebola, polio, hepatitis, demam berdarah, flu
burung, HIV AIDS, dan kanker.
Replikasi virus terjadi di dalam sel inang, dapat melalui siklus litik
atau siklus lisogenik.
Siklus litik melalui lima tahapan, yaitu tahap adsorpsi, injeksi,
sistesis, perakitan, dan litik.
Siklus lisogenik melalui tujuh tahapan, yaitu tahap adsorpsi,
injeksi, penggabungan, pembelahan, sistesis, perakitan, dan litik.
Peran virus bagi manusia ada yang menguntungkan dan ada yang
merugikan.
Virus yang menguntungkan dapat dimanfaatkan untuk membuat antibodi,
melemahkan bakteri, dan memproduksi vaksin.
Virus yang merugikan dapat menyebabkan manusia, hewan, dan tumbuhan
terserang penyakit.
Belum ditemukan obat untuk penyakit yang disebabkan oleh virus. Pencegahan
dapat dilakukan dengan cara tidak berinteraksi langsung dengan penderita
dan pemberian vaksin dan imunisasi untuk memperoleh kekebalan.
Rangkuman BAB IV Monera
Kingdom Monera terdiri atas mikroorganisme prokariotik, yaitu
Archaebacteria dan Eubacteria.
Archaebacteriamerupakan kelompok bakteri yang menghasilkan
gas metan dari sumber karbon yang sederhana. Bakteri ini bersifat
uniseluler, mikroskopik, dinding sel bukan peptidoglikon, dan secara
biokimia berbeda dengan Eubacteria.
Archaebacteriabersifat anaerob dapat hidup di sampah,
tempattempat kotor, saluran pencernaan manusia atau hewan, halofil
ekstrem, menempati lingkungan bergaram, serta termoplastik pada suhu
panas dan lingkungan asam.
Archaebacteriadianggap sebagai nenek moyang dari bakteri
yang ada sekarang ini.
Archaebacteriamencakup makhluk hidup litototrof dan
heterotrof.
Achaebacteriaterbagi menjadi tiga kelompok, yaitu bakteri
metanogen, halobakteri, dan bakteri termo-asidofil.
Eubacteriaadalah bakteri yang bersifat prokariot, tidak
mempunyai inti dan organel yang bermembran, bersifat uniseluler, bersifat
mikroskopik, dan dinding sel tersusun dari peptidoglikon.
Sel Eubacteriadapat berbentuk bulat atau batang yang
lurus, terpisah-pisah atau membentuk.
Bakteri Eubacteriadapat bertindak sebagai dekomposer
(pengurai), hidup sebagai parasit dan patogenik. Eubacteria ada
yang bersifat fotosintetik dan ada yang bersifat kemoautotrof.
Selain menjadi unsur yang sangat penting dalam proses daur ulang, beberapa
Eubacteria dapat dimanfaatkan dalam proses industri.
Eubacteria terbagi menjadi enam filum, yaitu bakteri ungu, bakteri
hijau, bakteri gram positif, Spirochetes, Prochlorophyta dan
Cyanobacteria.
Bakteri dapat berbentuk seperti batang, bola, spiral, atau benang; dapat
hidup di berbagai tempat, baik udara, tanah, air, maupun makhluk hidup
lainnya; koloni bakteri dapat berupa percikan mentega, susu, atau
lendir; ukuran bakteri berkisar antara 0,1-100ยต.
Bakteri bersel satu, dinding sel terbuat dari hemiselulosa, dan pektin.
Dinding sel diselimuti lapisan gelatin sehingga dalam air akan terlihat
berlendir.
Isi sel protoplas mempunyai membran plasma dan sitoplasma yang mengandung
butir-butir nukleotida penyusun DNA, belum mempunyai inti dengan membran
inti, serta belum mempunyai plastida.
Bakteri dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri dan
secara seksual dengan konjugasi.
Bakteri ada yang menguntungkan dan ada yang merugikan bagi kehidupan
manusia.
Untuk membebaskan alat dan bahan makanan dari mikroorganisme, dapat
dilakukan sterilisasi.
Ganggang biru termasuk salah satu Eubacteria , dapat hidup di
tempat lembap, di atas tanah, tembok, sawah, parit, atau laut. Selain itu,
ganggang ini juga mempunyai klorofil a untuk fotosintesis dan
fikosianin.
Ganggang biru dapat menangkap nitrogen udara sehingga dapat
menyuburkan tanah, tetapi ada juga yang mengeluarkan racun yang dapat
mematikan makhluk hidup di sekitarnya.
Tubuh ganggang biru dilindungi oleh lendir, dinding sel, tilakoid,
sitoplasma, dan asam nukleat (asam inti).
Ganggang biru dapat berkembang biak dengan pembelahan sel, fragmentasi,
dan pembentukan spora.
Rangkuman BAB V Protista
Protista adalah makhluk hidup yang bersel satu atau bersel banyak
dan telah memiliki membran inti (selnya bersifat eukariot).
Protista bukan merupakan hewan ataupun tumbuhan, melainkan hanya
mempunyai sifat yang menyerupai hewan, tumbuhan, atau jamur.
Protista dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu Protista yang
menyerupai tumbuhan (ganggang atau Algae ), Protista yang menyerupai hewan
( Protozoa ), dan Protista yang menyerupai jamur.
Protista yang menyerupai ganggang ( Algae ) memiliki klorofil
sehingga mampu berfotosintesis, tetapi tidak memiliki akar, batang, dan
daun sejati. Itulah sebabnya Protista ini dikatakan menyerupai tumbuhan.
Berdasarkan pigmennya dapat dibagi menjadi filum Euglenophyta ,
Chlorophyta , Chrysophyta , Phaeophyta ,
Pyrrophyta , dan Rhodophyta.
Protista yang menyerupai hewan biasa disebut Protozoa .
Protozoamerupakan Protista bersel satu, berukuran
mikroskopis, mempunyai alat gerak berupa kaki semu, rambut getar atau
flagela, bernapas, menangkap makanan, berkembang biak di dalam sel, hidup
bebas di tempat-tempat yang berair, seperti parit, sawah, sungai, waduk,
air laut, dan berparasit pada tubuh hewan atau manusia.
Berdasarkan alat geraknya Protozoa dapat dibedakan menjadi empat, yaitu
Rhizopoda (kaki semu), Flagellata (berbulu cambuk), Ciliata
(berambut getar), dan Sporozoa (pembentuk spora).
iyang menyerupai jamur terdiri atas jamur air dan jamur lendir.
Ciri-ciri jamur air ( Oomycota ) adalah dinding sel yang
terdiri atas selulosa, hifanya bersekat, dan berkembang biak secara
aseksual dengan membentuk zoospora dan secara seksual dengan membentuk
oospora, contohnya, Physarium, Arcyria dan
Saprolegnia.
Ciri-ciri jamur lendir ( Mycomycota ) adalah tubuh
berlendir, berinti banyak, tanpa dinding sel, dan berkembang biak secara
aseksual dengan pembentukan spora dan secara seksual dengan singami.
Contohnya, Phytopthora dan Saprolegnia.
Rangkuman BAB VI Fungi (Jamur)
Ciri-ciri jamur adalah sebagai berikut.
Jamur sudah mempunyai membran inti (eukariot), tetapi tidak dapat
membuat makanan sendiri karena tidak mengandung klorofil. Jamur
memperoleh makanan dari lingkungan di sekitarnya.
Jamur bersel banyak (multiseluler) terdiri atas benang-benang halus yang
disebut hifa . Cabang dari hifa disebut dengan miselium yang berfungsi
menyerap makanan dari substratnya. Hifa jamur ada yang bersekat dan tiap
sekat mengandung satu sel, tetapi ada juga yang tidak bersekat dengan
banyak inti sel.
Jamur ada yang bersifat saprofit dan ada yang bersifat parasit.
Jamur dapat berkembang secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan
secara aseksual dilakukan oleh jamur yang bersel tunggal (uniseluler),
yaitu dengan pertunasan dan pemutusan hifa (fragmentasi).
Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan membentuk askus
spora.
Dalam klasifikasi lima kingdom, jamur dapat dibedakan menjadi divisi
Zygomycota , Ascomycota , Basidiomycota , dan
Deuteromycota , sedangkan divisi Myxomycota dan
Oomycota termasuk dalam kingdom Protista .
Zygomycotaadalah jamur pembentuk zigospora.
Biasanya hidup sebagai saprofit.
Miseliumbercabang banyak dan hifa tidak bersekat sehingga
terlihat seperti pipa atau buluh.
Dinding sel Zygomycota terdiri atas kitin. Tidak memiliki zoospora
sehingga sporanya merupakan sel-sel yang berdinding. Spora inilah yang
tersebar ke mana-mana.
Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan spora yang berasal dari
sporangium yang telah pecah, sedangkan perkembangbiakan secara seksual
dilakukan dengan peleburan dua hifa, yaitu hifa betina dan hifa jantan.
Contoh Zygomycotaadalah Rhizopussp .,
Murcorjavanicus, dan Murcor mucedo.
Jamur sejati ( Eumycota ) terdiri atas Ascomycota ,
Basidiomycota , dan Deuteromycota yang mempunyai hifa yang
bersekat-sekat, dinding sel terdiri atas kitin, dapat hidup sebagai
saprofit, parasit, atau bersimbiosis.
Ascomycotaadalah kelompok jamur yang berkembang biak dengan
membentuk spora di dalam selnya yang disebut askus . Pembentukan askus
inilah yang menjadi ciri Ascomycota.
Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan pembentukan askospora ini
melalui beberapa tahap, yaitu kopulasi, plasmolisis, dan kariogami. Contoh
Ascomycota adalah Saccharomyces cereviciae (khamir bir,
roti, dan alkohol), Saccharomycestuac (khamir tuak) ,
Saccharomyces ellipsoideus (khamir anggur) ,
Penicillium sp . (makanan dan roti busuk) dan
Neurospora crassa (pembuatan oncom).
Muhammad Habib Al KhairiPenghobi Elektronika
Berbagi
Posting Komentar
untuk "Lengkap, Rangkuman Materi Biologi Kelas 10 Semester 1"
Posting Komentar untuk "Lengkap, Rangkuman Materi Biologi Kelas 10 Semester 1"
Posting Komentar